^Back To Top
foto1 foto2 foto3 foto4 foto5

Kopi

Kata kopi sendiri (Coffea arabica) berasal dari bahasa Belanda yaitu koffie. Penggunaan kata koffie segera diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata kopi yang dikenal saat ini.

 
Dari sekian banyak jenis biji kopi yang dijual di pasaran, hanya terdapat 2 jenis varietas utama, yaitu kopi arabika (Coffea arabica) dan robusta (Coffea robusta) . Masing-masing jenis kopi ini memiliki keunikannya masing-masing dan pasarnya sendiri.
  • Kopi arabika merupakan tipe kopi tradisional dengan cita rasa terbaik. Sebagian besar kopi yang ada dibuat dengan menggunakan biji kopi jenis ini. Biji kopi yang dihasilkan berukuran cukup kecil dan berwarna hijau hingga merah gelap.
  • Kopi robusta dapat dikatakan sebagai kopi kelas 2, karena rasanya yang lebih pahit, sedikit asam, dan mengandung kafein dalam kadar yang jauh lebih banyak. Lebih resisten terhadap serangan hama dan penyakit.Hal ini menjadikan kopi robusta lebih murah.
Kopi luwak
 
Kopi luwak merupakan kopi dengan harga jual tertinggi di dunia. Proses terbentuknya dan rasanya yang sangat unik menjadi alasan utama tingginya harga jual kopi jenis ini Pada dasarnya, kopi ini merupakan kopi jenis arabika.
 
Biji kopi ini kemudian dimakan oleh luwak atau sejenis musang. Akan tetapi, tidak semua bagian biji kopi ini dapat dicerna oleh hewan ini. Bagian dalam biji ini kemudian akan keluar bersama kotorannya. Karena telah bertahan lama di dalam saluran pencernaan luwak, biji kopi ini telah mengalami fermentasi singkat oleh bakteri alami di dalam perutnya yang memberikan cita rasa tambahan yang unik.
 
Di Taman Wisata Mekarsari kami mengoleksi dua jenis kopi yaitu arabika dan robusta yang kami tanam di areal blok D dalam dan luar daun ke-6. Proses penanaman berperan dalam menciptakan cita rasa kopi yang baik.

Dalam dunia industri kopi akan menjalani serangkaian proses pengolahan yang panjang dari biji hingga menjadi kopi yang siap dinikmati. Berbagai metode pengolahan biji kopi telah dicoba untuk menghasilkan kopi terbaik, diantaranya proses pemanenan dan pemisahan cangkang, pemanggangan, perebusan, dan untuk beberapa kopi dilakukan juga proses dekafeinasi (proses untuk mengurangi kandungan kafein yang cukup tinggi sehingga rasa kopi yang pahit dapat berkurang).
 
Strata Industri kopi dalam negeri sangat beragam, dimulai dari unit usaha berskala home industry hingga industri kopi berskala multinasional. Produk-produk yang dihasilkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi kopi dalam negeri, namun juga untuk mengisi pasar di luar negeri.
 
Hal tersebut menunjukkan bahwa konsumsi kopi di dalam negeri merupakan pasar yang menarik bagi kalangan pengusaha yang masih memberikan prospek dan peluang sekaligus menunjukkan adanya kondisi yang kondusif dalam berinvestasi dibidang industri kopi.