Paddy Village "Belajar Menjadi Petani Sejak Dini"

  • PDF
There are no translations available.

Cileungsi, 28 Maret 2013. Indonesia dikenal sebagai Negara Agraris yang kaya akan sumber daya alamnya, sejarah mencatat pada era 90-an Indonesia harum dengan swasembada pangannya, sampai dijuluki Macan Asia. Kini zaman telah berubah, Indonesia tidak lagi menjadi macan yang menakutkan di Asia, kebutuhan akan bahan pangan banyak diimpor dari Negara asing. Disinilah pentingnya regenerasi para petani, sebagai garda terdepan dalam menghasilkan beras sebagai sumber utama pangan, tapi sekarang sedikit orang yang ingin berprofesi sebagai petani.

Hal diatas merupakan refleksi dari kondisi generasi muda saat ini, maka jalan keluarnya adalah pendidikan pertanian sejak dini, sehingga keinginan untuk mengharumkan nama bangsa dari bidang pertanian dapat terwujud. Untungnya, upaya untuk mendidik anak bertani masih berlanjut hingga kini, seperti yang dilakukan beberapa sekolah yang berada di Jawa Barat dan Jakarta yang melaksanakan belajar menanam padi di Taman Wisata Mekarsari (TWM) dengan paket wisata Paddy Village.

Rombongan peserta wisata Paddy Village mulai berdatangan memasuki lokasi TWM sejak pukul 08.00 WIB, iring-iringan bis wisata, lambat laun memadati area parkir depan TWM. Sejumlah 2.000 orang peserta berasal dari sekolah yang berbeda-beda. Berikut asal sekolah dari Provinsi Jawa barat, Banten dan Jakarta yang perduli terhadap pendidikan bercocok tanam sejak usia dini, antara lain SDIT At – Taqwa 02, TK Islam Al – Furqan, TK Raudhatul Muttaqin, SDIT Al – Wathoniyah 43 dan PAUD Al – Kariniyah, SD Anyelir, SD Percobaan, Sekolah Advent, TKIT Al – Wasilah, TK Ar – Rofah, SD Nurul Hikmah, SDN Johar Baru 19 Pagi, Sekolah Abdi Negara 2, TK Islam Al – Amanah, PAUD Cempaka, SDN Menteng 01, PAUD Al – Karimiyah, TK Al – Riyadh.

Seluruh peserta yang rata-rata berusia 7 – 11 tahun terlihat mulai memadati zona menanam padi, dengan rasa keingintahuan yang tinggi mereka mulai menginjakan kaki ke tanah berlumpur sambil memegangi tiga buah bibit padi yang siap ditanam ke sawah. Secara bergantian peserta menancapkan bibit padi ke sawah dengan teknik tandur (tanam mundur).

Pengalaman berharga yang didapatkan peserta sejak usia dini tentang menanam padi adalah hal positif bagi tumbuh kembangnya dikemudian hari, mereka dapat mengetahui bahwa manusia dengan alam harus hidup selaras berdampingan. Budidaya padi adalah hal yang harus dicapai dan terus dikembangkan dimasa depan.

Salah satu guru dari Sekolah TK dan SD Advent Depok yakni Dessy Simanjuntak menuturkan, pengenalan cara bertani di sawah kepada anak adalah hal yang baik, terutama saat tumbuh kembang anak, jadi saat besarnya nanti mereka bisa menjadi petani atau ahli pertanian.

“Di pelajaran sekolah kan anak-anak sering mendapat pelajaran cara menanam padi dan membajak sawah nah sekarang ini praktiknya mereka, jadi aktualisasi dari pelajaran di Sekolah. Semoga kedepannya mereka bisa mengerti cara bertani yang baik dan benar,” ungkap Dessy.

Selain itu, menurut Dessy masyarakat yang tumbuh di Perkotaan semakin sulit untuk menemukan sawah, dan anak-anak hanya membayangkan saja. Dari kegiatan Paddy Village diharapkan anak-anak bisa mengerti kondisi nyata menanam padi di sawah.

Paket Paddy Village yang mengedepankan konsep edukasi kepada anak-anak nyatanya telah berhasil mengangkat konsep belajar sambil bermain. Bukan hanya itu, aspek tradisional atau budaya pun turut dikedepankan pihak TWM. Dengan kegiatan memandikan kerbau disawah dan melukis caping.

“Kami senang hari ini bisa memberikan pelajaran nyata kepada anak-anak tentang kehidupan di sawah atau pertanian, dari mulai menanam padi, memandikan kerbau sampai melukis caping. Kesemuanya itu berjalan lancar dan baik, pelayanan Mekarsari cukup memuaskan dan bagus,” tutup Dessy.

Last Updated on Wednesday, 27 March 2013 19:39

MEKARSARI OIL PALM

PROLINDO ORIGINAL PERKASA

BIOSARI HASIL UTAMA

WATER KINGDOM

You are here: Light Red Color