Indonesian English

www.mekarsari.com

Hama dan Penyakit Sawo

HAMA SAWO

1. Lalat Buah

Pengendalian : Hama ini dapat dikurangi dengan ekstrak selasih.

Cara pembuatan : Sediakan 50 gram daun selasih kemudian dirajang dan direndam selama 24 jam, saring dan tambahkan deterjen, aduk hingga rata. Cairan tersebut dapat disemprotkan langsung keseluruh bagian tanaman pada pagi atau sore hari.

 


2. Kutu Hijau dan Kutu Cokelat

Pengendalian : hama secara alami adalah dengan ekstrak ketumbar.

Cara pembuatan : hancurkan sebanyak 200 biji ketumbar. Didihkan dalam air selama 10 menit. Dinginkan dan saring. Tambahkan larutan dengan 2 liter air, lalu semprotkan keseluruh bagian tanaman terutama pada pagi hari.

 

 

PENYAKIT SAWO

1. Jamur Upas

Pengendalian:

a. Jika jamur sudah membentuk kerak merah jambu, sebaiknya dilakukan pemotongan cabang kirakira lebih 30 cm kebawah bagian yang berjamur.
b. Aplikasi dengan ekstrak daun sirih dan jahe dapat mengendalikan penyakit ini.

Cara pembuatan : hancurkan daun dengan ditumbuk sebanyak 300 gram dan dicampur dengan 1 liter air. Semprotkan ke bagian tanaman yang terinfeksi.

2. Jamur Jelaga (Embun Jelaga)

Pengendalian : penyakit ini tergolong mudah untuk dikendalikan.

Cara pembuatannya dengan menyiapkan detergen lalu campurkan dengan air dengan perbandingan 1 : 5 dan semprotkan kedaun yang sakit.

 

 


3. Busuk Buah

Pengendalian : penyakit busuk buah dapat dikendalikan secara nabati dengan pembuatan ekstrak daun cengkeh.

Cara pembuatan : Cara pembuatannya yaitu dengan menumbuk daun cengkeh kering sebanyak 50-100 gram kemudian ditaburkan langsung ketanaman yang terserang dengan cara di tabur di atas permukaan tanah.

Hama dan Penyakit Salak

HAMA SALAK

1. Kepik Merah

Hama ini menghisap jaringan muda dengan bersembunyi di sela-sela daun /daun tengah.

Pengendalian : penyemprotan dengan ekstrak umbi gadung dapat mengurangi serangan, tetapi aplikasinya tepat pada area daun tengah/pucuk muda.

Cara pembuatan : ½ kg umbi gadung di tumbuk dan diperas. Tambahkan 10 liter air dan aduk rata. Semprotkan ke jaringan yang terserang.

2. Kumbang Tanduk

Kumbang tanduk biasa memakan buah salak yang tua atau busuk.

Pengendalian : singkirkan/sanitasi buah-buah busuk dan panen buah secepatnya. Pembuatan perangkap hama berupa Feromone Trap. Secara manual, kumbang dapat diambil dan dijadikan koleksi serangga.

 

PENYAKIT SALAK

1. Jamur Putih Di Buah

Jamur/cendawan ini membuat kulit permukaan buah salak menjadi putih dan busuk.

Pengendalian : penggunaan ekstrak daun sirih dan kunyit dapat mengurangi gejala penyakit.

Cara pembuatan : daun sirih dan kunyit di gerus/dirajang kemudian di rendam dalam air sehari semalam. Saring bahan, dan campurkan dengan air, kemudian segera semprotkan ke buah salah yang terinfeksi.

Hama dan Penyakit Pisang

HAMA PISANG

1. Ulat Daun

Daun menggulung seperti selubung dan sobek hingga tulang daun.

Pengendalian : pengendalian ramah lingkungan dengan agen hayati seperti penggunaan bioinsektisida dapat mengendalikan hama ini. Contoh bioinsektisida yang berbahan aktif mikroorganisme seperti Beuveria bassiana, Bacillus thuringiensis, Paecilomyces sp, dan lain sebagainya.

Cara penggunaan : pertama-tama, bioinsektisida yang telah didapatkan campur dengan air. Setelah larut, segara saring dan semprotkan ke tanaman yang terserang ulat. Waktu yang paling baik adalah pada pagi atau sore hari.

2. Ulet Kumbang

Kumbang merusak jaringan akar sampai ke batang dengan cara membuat lorong-lorong.

Pengendalian : sanitasi rumpun pisang, bersihkan rumpun dari sisa batang pisang, gunakan bibit yang telah dibersihkan hamakanya.

3. Nematoda

Bagian yang diserang adalah akar.

Pengendalian : penggunaan ekstrak biji mimba dapat mengurangi serangan nematoda akar atau gunakan bibit yang telah disuci hamakan, tingkatkan humus tanah dangunakan lahan dengan kadar lempung kecil.

Cara pembuatan : siapkan 50 gram biji mimba, digerus sampai halus kemudian dicampur dengan alkohol 10 %. Aduk hingga rata dan encerkan dengan 1 liter air. Endapkan selama sehari semalam, saring dan semprotkan ke tanaman yang terserang.

4. Ulat Bunga dan Buah

Pertumbuhan buah abnormal, kulit buah berkudis. Adanya ulat sedikitnya 70 ekor di tandan pisang.

Pengendalian: penggunaan daun, ranting, atau buah picung dapat mengendalikan hama ini.

Cara pembuatan : seluruh bahan di rajang dan di blender. Tambahkan air Setelah itu disaring dan diendapkan selama sehari semalam. Larutan bahan siap digunakan dengan sedikit campuran deterjen.

 

PENYAKIT PISANG

1. Penyakit Darah

Jaringan batang menjadi kemerah-merahan seperti berdarah.

Pengendalian : dengan membongkar dan membakar tanaman yang sakit. Juga dengan penggunaan biofungisida seperti Trichoderma sp.

2. Panama

Daun layu dan putus serta keluarnya pembuluh getah berwarna hitam.

Pengendalian : membongkar dan membakar tanaman yang sakit. Juga dengan aplikasi biofungisida berbahan aktif Trichoderma sp.

3. Bintik Daun, Layu, Daun Pucuk

Penyakit mudah muncul terutama pada musim penghujan dengan suhu dan kelembaban yang cocok untuk perkembangan penyakit.

Pengendalian : lakukan sanitasi lahan dengan pemberian desinfektan berupa biofungisida antagonis seperti Trichoderma sp, Gliocladium sp, dan lain sebagainya.

Hama dan Penyakit Pepaya

HAMA PEPAYA

Kutu Tanaman

Merusak tanaman dengan cara menghisap cairan dengan pencucuk penghisap yang panjang di bagian mulut.

Pengendalian : hama yang alami dan mudah dilakukan yaitu dengan mengekstrak cabai merah.

Cara Pembuatan : dengan komposisi 4 mangkuk cabai merah atau biji cabai merah ditambah 30 gram deterjen. Cabai merah didihkan selama 20 menit kemudian ditambah 3 liter air dan didinginkan. Setelah disaring, tambahkan deterjen dan aduk hingga rata. Semprotkan pada seluruh bagian tananaman yang terserang pada pagi atau sore hari.

PENYAKIT PEPAYA

Penyakit yang sering merugikan tanaman papaya adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur, virus mosaik, rebah semai, busuk buah, leher akar, pangkal batang dann ematoda. Penyakit mati bujang diisebabkan oleh jamur Phytophthoraparasitica, P. palmivora dan Pythiumaphanidermatum. Menyerang buah dan batang pepaya.

Pengendalian : perawatan kebun yang baik, menjaga kebersihan, dan drainase serta aplikasikan ekstrak sirih, ektrak kunyit, ekstrak serai, kelubang tanam.

Cara pembuatan : ektrak tanaman alami tersebut mampu mengurangi infeksi penyakit pada tanaman. Yaitu dengan merajang bahan, kemudian merendam dengan air, menyaring, dan menambahkan deterjen. Semprotkan ke tanaman yang terinfeksi penyakit.

Hama dan Penyakit Manggis

HAMA MANGGIS

1. Ulat Peliang Daun (Leaf Minner)

Ulat membuat terowongan di daun, sehingga daun kuning, layu, dan rontok.

Pengendalian : penggunaan insektisida alami dengan ekstrak biji bengkuang dapat mengendalikan hama ini.

Cara pembuaan : biji bengkuang sebanyak ½ kg dikering anginkan dan di tumbuk halus. Rendam dalam 20 liter air selama 1 -2 hari, kemudian saring. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman pada pagi atau sore hari.


2. Ulat Pemakan Daun (Ulat Bulu)

Hama ini mampu merusak daun, terutama daun muda.

Pengendalian : Ekstrak daun tembakau mampu mengendalikan ulat ini.

Cara membuat : Caranya dengan merajang daun tembakau dan direbus dalam 8 liter air. Tambahkan 2 sendok teh deterjen dan aduk merata. Semprotkan ketanaman yang sakit.

 

 


PENYAKIT MANGGIS

1. Penyakit Jamur Pangkal Batang

Penyakit ini mampu membunuh tanaman dengan jangka waktu yang lama, tetapi apabila sudah parah, tanaman tidak dapat terselamatkan lagi.

Pengendalian : jika gejala mulai timbul, segera musnahkan tanaman dan akar digali dan membakar sisa tanaman untuk mematikan jamur.

Twitter Feed