Indonesian English

www.mekarsari.com

Articles

Hama dan Penyakit Jambu Mete

HAMA JAMBU METE

1. Ulat Kipat

Pengendalian : yang dianjurkan secara nabati menggunakan ekstrak daun Pepaya.

Cara Pembuatan : sebanyak 50 gram irisan + 12 ml deterjen + kain penyaring dan air. Cara pembuatannya yaitu rendam irisan daun papaya dalam 100 ml air, aduk rata supaya tercampur dan rendam selama 24 jam kemudian diperas dan disaring. Tambahkan larutan tersebut dengan 2-3 liter air aduk rata dan segera semprotkan keseluruh bagian tanaman yang terserang.

 

 

2. Ulat Penggerek Batang

Ulat penggerek batang dapat membuat tanaman mati karena jaringan batang rusak sehingga transpor unsur hara dan air terhambat.

Pengendalian : pengendalian penggerek batang dapat dilakukan dengan ekstrak tagetes + daun tomat.

Cara pembuatan : Sebanyak 1 kg tagetes dan daun tomat dirajang, tambahkan air dan di saring. Tambah 20 liter air dan 1 sendok the deterjen setiap satu liter. Semprot pada seluruh bagian tanaman.

 

 

3. Hama Penggerek Buah dan Biji

Hama ini menyebabkan buah menjadi busuk dan tidak dapat dikonsumsi.

Pengendalian : Hama ini dapat dikendalikan dengan ektrak biji mimba.

Cara membuat : Biji mimba sebanyak 50 gram di tumbuk halus dan di aduk dengan alkohol 10 %. Encerkan dengan air 1 liter. Endapkan selama 24 jam, saring dan semprotkan pada tanaman/serangga hama.

 

 


PENYAKIT JAMBU METE

Penyakit yang sering menyerang adalah penyakit busuk batang dan akar, penyakit bunga dan putik, dan Antracnossis.

1. Penyakit Layu

Penyakit ini muncul bila tempat pembibitan terlalu lembab dan jenuh air.

Pengendalian:

  • Dengan memperbaiki lingkungan pembibitan, seperti memperdalam parit pembuangan air dan mengurangi naungan yang terlalu rapat.
  • Dengan penyemprotan ekstrak daun cengkeh, daun sirih, atau serai wangi.

2. Daun Layu dan Kering

Secara mencolok daun-daun berubah warna dari hijau menjadi kuning lalu gugur; beberapa cabang meranggas dan tanaman akhirnya mati.

Pengendalian : tanaman yang terserang penyakit ini harus dibongkar sampai keakar-akarnya supaya penyakit tidak menular ketanaman lain, pencegahan harus secara terpadu, bibit dan alat-alat pertanian harus bebas dari kontaminasi bakteri dan karantina tanaman dilakukan secara konsekuen.

3. Bunga dan Buah Busuk

Permukaan kulit buah & kulit biji, kering kecoklatan & pecah-pecah, bunga & tangkainya busuk.

Pengendalian :

  • Perlu dilakukan secarater padu.
  • Penggunaan bahan-bahan alimi yang bersifat fugisida terhadap penyakit. Salah satunya dengan aplikasi ekstrak daun cengkeh, daun sirih, atau serai wangi untuk pengendaliannya.

Cara pembuatan : cara pembuatannya dengan menghancurkan bahan (diblender/ditumbuh) kemudian di rendam dalam air, dicampurkan deterjen, dan segera dapat diaplikasikan ketanaman yang terinfeksi penyakit.

Twitter Feed