^Back To Top
foto1 foto2 foto3 foto4 foto5

BINTARO

Tanaman bintaro (Cerbera manghas) tersebar hampir di seluruh daerah tropis. Pada awalnya tanaman ini banyak tersebar di areal pantai

dan juga merupakan bagian dari ekosistem hutan mangrove. Namun saat ini, tanaman ini banyak ditemukan, bahkan di daerah perkotaan dengan fungsi sebagai tanaman hias taman dan tanaman penghijauan.

Bintaro dapat tumbuh tinggi (hingga mencapai 12 meter) dengan pertumbuhan cabang yang tidak banyak, sehingga pohon bintaro tidak terlalu rimbun. Daunnya berbentuk bulat telur dengan warna hijau tua. Bunga bintaro berwarna putih, berbentuk terompet dengan pangkal sedikit berwarna merah muda.

Buah bintaro berbentuk bulat telur dengan diameter antara 5 – 10 cm dan berwarna hijau hingga kemerahan saat masak.

Fungsi pohon bintaro sebagai tanaman penghijauan adalah karena tanaman ini mampu menyerap gas pembuangan (karbondioksida) dalam jumlah yang cukup banyak. Selain itu tanaman ini juga memiliki bunga yang indah sebagai tanaman hias.
 
Fakta lain yang dimiliki tanaman ini adalah hampir seluruh bagian tanaman bintaro mengandung racun cerberin. Cerberin merupakan racun yang dapat menghambat saluran ion kalsium di dalam otot jantung manusia, sehingga mengganggu kesehatan. Namun racun akan bereaksi negatif bila terdapat dalam jumlah banyak di dalam tubuh.
 
Di Taman Wisata Mekarsari (TWM), pohon bintaro umumnya ditanam sebagai tanaman peneduh atau sebagai tanaman penghias taman, sehingga tanaman ini hampir dapat ditemukan di seluruh pelosok TWM. Letak tanaman ini antara lain, di depan pintu masuk Country Side, di taman dekat kebun putsa, pembibitan, dan lokasi lainnya.